Siapa yang masih ingat NITA TILANA……penyanyi mungil kakaknya Arman Maulana vokalis Gigi. Dia kena kanker serviks stadium III. Seperti kebanyakan yang terkena dia juga tidak pernah menyadari dirinya sdh kena…….semoga kisahnya jadi pelajaran untuk kita.
Juga…….
Terbayang ibu sahabat saya harus menyerah dan kembali ke hadlirat Nya dengan diiringi rasa penyesalan anak anaknya kenapa sang kanker merenggut ibu tercinta dengan tidak memberi kesempatan dan waktu kepada anak anaknya untuk melakukan yang terbaik…..
Terbayang seorang kenalan yang mengalami depresi dan frustrasi setelah di vonis stadium III . Kenapa langsung masuk stadium III. Stadium yang kemungkinan kesembuhannya hanya 40%.
Berhubung kanker serviks tidak memberi “ warning “ dengan menunjukkan gejala gejala yang jelas kepada penderitanya. Dia menganggap keputihan yang dialaminya adalah normal seperti teman temannya dan perempuan lainnya. Anggapan Namun kini akibatnya sangat fatal……
Terbayang banyak kaum wanita indonesia yang masih takut , males, nggak inget, lupa, nggak peduli atau apapun alasannya untuk tidak melakukan deteksi dini atau PAPS SMEAR.
Semoga suntingan beberapa artikel ini menyadarkan banyak wanita untuk care dengan miliknya yang sangat berharga……MISS VAGINA…..
Sang Pembunuh Diam-diam
**********************
"Kanker serviks merupakan silent killer ( pembunuh diam-diam ).'' Demikian peringatan Ira Wibowo, duta Kampanye Kesadaran akan Penyakit Kanker Serviks. ''Karena itu lakukan deteksi dini dengan IVA dan pap smear,'' katanya di Jakarta, pekan lalu.
Pembunuh diam-diam. Istilah yang terkesan hiperbolik. Namun kenyataannya, memang begitulah cara kerja kanker mulut/leher rahim (serviks) itu. Pada stadium nol, satu, dan dua, kanker serviks ini tidaklah memperlihatkan gejala. Dia baru memperlihatkan gejala pada stadium lanjut, saat cengkeramannya sudah menjalar keluar serviks.
Sejumlah negara maju seperti Jepang, umumnya sudah menerapkan skrining massal terhadap perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual. Inilah yang menjadikan kanker serviks bisa dicegah pada tahap sangat dini: pra kanker. Namun di Indonesia, jangankan skrining massal, sosialisasinya pun masih sangat minim.
''Negara-negara maju sudah bisa mencegah kanker serviks dan mengobatinya sejak awal, karena semua perempuan yang pernah berhubungan seksual diwajibkan melakukan pap smear. Di negara maju, nomor satu adalah kanker payudara. Di sini, nomor satu kanker serviks, '' Ketua III Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dr Sumarjati Arjoso SKM, pekan lalu.
Di Indonesia, karena tak ada skrining massal dan minimnya sosialisasi, kanker serviks yang merupakan tumor ganas, sering baru diketahui pada stadium lanjut. Tak heran bila kanker serviks menempati urutan pertama pembunuh akibat kanker di Indonesia. ''Di sini, yang ditemukan pada stadium awal itu jarang,'' kata Sumarjati.
Penelisikan Republika, di RS Kanker Dharmais (RSKD), ada 801 kasus baru yang tercatat. Dr Fielda Djuita Sp.Rad dari Instalasi Radioterapi RSKD, mengungkapkan total kunjungan ke Instalasi Radio Terapi RSKD pada tahun 2005, mencapai 20.529. ''Lebih dari 50 persen datang dalam keadaan stadium IV-B,'' katanya.
RS Dr Sardjito mencatat terjadinya peningkatan kasus kanker serviks. Tahun 1990-an lalu, kata Burham, hanya ada 150 kasus baru per tahun. Saat ini, sudah mencapai 250 kasus baru per tahun. Sebanyak 70 sampai 80 persen masuk RS pada stadium lanjut.
Nita Tilana, adalah salah seorang artis yang diketahui menderita kanker mulut rahim pada stadium lanjut. Menurut Dr Boyke Dian Nugraha dari Klinik Pasutri, semula Nita tidak mengetahui terkena kanker serviks. Karena merasa bermasalah dengan ginjalnya, dia mendatangi ahli penyakit dalam (internist).
''Ternyata masalah di ginjal Nita Tilana itu bersumber dari kanker serviks. Karena sudah sampai di ginjal, berarti sudah sampai stadium III-B,'' kata Boyke kepada Republika, pekan lalu.
Makin tinggi stadium saat kanker serviks diketahui, angka harapan hidup penderitanya kian menipis. Untuk stadium I, misalnya, angka harapan hidup dalam lima tahun (five years survival range)-nya masih 95 persen; stadium II sekitar 60 persen; stadium III 35-40 persen; dan stadium IV tinggal lima sampai 10 persen saja.
''Kecuali kalau operasi dilakukan pada stadium pra kanker (stadium nol), angka harapan hidupnya bisa sampai 100 persen,'' kata dr Burham Warsito, SpOG, K.Onk dari RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Namun, pengurus Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), ini, menyayangkan karena penanganan sering pada stadium lanjut.
Memang tak semua HPV tersebut bisa berlanjut menjadi kanker. Menurut Boyke, sebanyak 60-70 persen pasien yang terinfeksi HPV bisa sembuh tanpa diobati. Sebanyak 30-40 persen yang berlanjut ke tahap berikutnya. ''Tapi, dari 30-40 persen ini, hanya separuhnya yang berlanjut menjadi kanker serviks,'' katanya.
Namun YKI membuat perkiraan yang lebih dramatis. Menurut Sumarjati, setiap tahun ada 15 ribu kasus baru kanker serviks di Indonesia. Dari jumlah tersebut, setiap tahun diperkirakan sebanyak delapan ribu meninggal dunia. ''Yang tujuh ribu sebagian mungkin sembuh, meninggal tahun depan, atau tahun depannya lagi.'
FAKTA FAKTA FAKTA :
*Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak (se-dunia) pada wanita 500 kasus baru per tahun
*Negara berkembang memiliki 3/4 kasus
*Kanker nomor satu pada wanita (di Indonesia)
*Prevalensi 90-100 kasus per 100 ribu penduduk (Indonesia)
*Ditemukan 200 ribu kasus baru per tahun (Indonesia)
*99,7 persen kanker serviks disebabkan infeksi HPV
*Kanker serviks satu-satunya kanker yang bisa dicegah lewat deteksi dini
Sumber: Lab Prodia dan RS Awal Bros Batam
Peluang Kesembuhan Kanker Serviks
Stadium IA : 100 persen
Stadium IB : 87 persen hingga 90 persen
Stadium IIA : 68 persen hingga 83 persen
Stadium IIB : 62 persen hingga 68 persen
Stadium III : 33 persen hingga 48 persen
Stadium IV : 14 persen
Sumber: Lab Prodia Batam
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Untuk yang sudah pakai FC BIO SANITARY PAD ATAU PANTILINER DAN PEMBALUT HERBAL DARI AVAIL silahkan di jadikan perawatan sehari hari dan jangan lupa tetap paps smear secara berkala.
Untuk teman2 yang mendaftar jadi reseller kami ucapkan selamat bergabung dalam gerakan pembelajaran dan kepedulian kepada sesama. Jangan malas untuk memperkaya referensi.
Untuk teman2 lainnya yang mau jadi reseller masih dibuka kesempatannya.
SALAM HANGAT …..TETAP SETIA PADA PASANGAN DAN JANGAN LUPA PAPS SMEAR.
AVAIL DELIVERY ORDER
081553087765
Zulinur
bagaimana jika pengobatan kanker dilakukan dengan minum jamu dari ustad...??
BalasHapus